Dorong PDB, jaringan broadband lima kota dikebut

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyatakan, kontribusi sektor teknologi informasi (TI) terhadap produk domestik bruto (PDB) semakin besar. Tahun ini saja sudah mencapai 3,2 persen.

Untuk meningkatkan kontribusi sektor ini terhadap perekonomian, maka lima kota yang selama ini belum memiliki jaringan pita lebar (broadband) lewat sistem fiber optic bakal dikebut pembangunannya tahun depan.

Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring menyatakan sejauh ini jaringan pita lebar baru meliputi 27 ibu kota provinsi.

“Yang belum Jayapura, Manokwari, Ternate, Kendari, satu lagi Ambon. Ini yang belum (terhubung) dari kapasitas broadband,” ujarnya selepas membuka Seminar Nasional Broadband Economy di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (11/12).

Berdasarkan Organisation of Economic Cooperation Development (OECD) jaringan pita lebar mampu mentransmisikan koneksi Internet berkecepatan 64 Kbps sampai 1 Mbps. Sementara dari data Deloitte, investasi jaringan pita lebar di Indonesia sebesar 10 persen meningkatkan kontribusi terhadap PDB sebesar 1,6 persen.

Tifatul mengakui saat ini wilayah Indonesia yang sudah terjangkau broadband baru ibu kota provinsi. Menurutnya, perlu dibangun infrastruktur yang membuat kota kecil dan pedesaan bisa terjangkau jaringan pita lebar.

“Di Indonesia coverage broadband masih sangat kecil, belum sampai 12 persen, makanya (broadband) itu kan semacam jalan tol, nanti jalan-jalan ke kota kecil harus dibangun juga,” tuturnya.

Untuk itu dia berharap target tahun depan seluruh ibu kota provinsi bisa terjangkau koneksi broadband. Sebab industri kreatif seperti game, e-business, dan desain grafis akan semakin di masa depan.

“Ini masanya industri otak, bukan lagi pertanian dan industri. Jangan sampai ada daerah di Indonesia yang ketinggalan,” tegasnya.

Sejauh ini, sistem kemitraan dengan swasta masih akan diandalkan untuk mencapai target 2013 seluruh Indonesia terkoneksi Broadband.

Tifatul menyerahkan semua pembangunan infrastruktur kepada swasta dan nantinya disewakan ke publik. Pihaknya hanya merancang wilayah mana yang akan dilewati fiber optic.

“Jadi memang tidak ada APBN yang digunakan untuk membangun koneksi broadband ini,” ujarnya.

Dia menyebutkan, sejauh ini ada tiga perusahaan nasional dan dua provider asing yang memanfaatkan koneksi pita lebar di Indonesia

Dari: Merdeka
Reporter : Ardyan Mohamad

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s