“Direct Flight” Indonesia-AS Diharapkan Terwujud dalam 1-2 Tahun ke Depan

Diharapkan terwujud dalam 1-2 tahun mendatang.

Scott Marciel, duta besar AS untuk Indonesia menilai, sudah saatnya ada penerbangan langsung antara Indonesia dengan Amerika Serikat. Menurutnya, hal ini merupakan faktor penting dalam mendorong kunjungan pariwisata kedua negara.

“Kami menilai itu sebagai ide yang bagus, sudah sewajarnya kita sebagai negara ketiga dan keempat terbesar di dunia memiliki penerbangan langsung,” kata Marciel di kediaman pribadinya di Jakarta, Selasa (11/12).

Marciel mengatakan, saat ini telah ada pembicaraan mengenai rencana rute penerbangan langsung AS-Indonesia antara sejumlah maskapai asal AS dan Indonesia, tetapi dirinya belum bisa memastikan kapan hal itu kapan terealisasi.

“Kami harapkan dalam waktu dekat, mungkin satu atau dua tahun lagi,” katanya.

Senada dengan pernyataan Dubes AS itu, Ketua Umum Asosiasi Biro Perjalanan dan Pariwisata Indonesia (ASITA) Asnawi Bahar menilai pentingnya penerbangan langsung bagi perkembangan industri pariwisata tanah air.

“Kami mengusulkan agar maskapai penerbangan regional mulai membidik destinasi baru, sehingga mereka bisa membawa wisatawan dari negara asal itu ke Indonesia, kalau hanya mengandalkan rute yang ada saat ini maka bisa dipastikan sedikit sekali tambahan kunjungan wisatawan dari destinasi negara baru itu,” kata Asnawi.

Pemerintah Indonesia sebelumnya dikabarkan tengah mengupayakan dibukanya penerbangan langsung dari Indonesia ke Amerika Serikat, yang selama ini belum dimiliki Indonesia, sehingga penerbangan jenis itu mewajibkan penumpang maskapai udara tujuan AS transit di sejumlah negara.

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono dalam Konferensi Keselamatan Penerbangan pada Mei lalu mengatakan pembahasan mengenai hal itu baru akan dibahas ketika Indonesia menjadi tuan rumah KTT APEC pada 2013.

Dalam kesempatan lain, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, pun mengakui bahwa tantangan bagi pariwisata Indonesia saat ini salah satunya adalah masalah ketersediaan penerbangan langsung dari dan ke wilayah tujuan wisata.

“Tantangan kita adalah direct flight. Kalau dibandingkan dengan Thailand, ke Thailand itu semua direct flight. Kita ke Yogyakarta  harus dari Jakarta,” kata Mari beberapa waktu lalu.

Penulis: Antara/ Nadia Felicia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s