Belajar Kreatif di Carakafest 2012

Festival kreatif mahasiswa yang dinaungi oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro (Undip), Playon kreatif dan Desain Komunikasi Visula (DKV) Universitas Katolik Soegijapranata tahun ini menyelenggarakan seminar dengan mengangkat tema “The Advertising Tree”.

Acara yang diadakan Sabtu 8 Desember 2012, pada pukul 09.00-17.00 WIB di Ramayana Ballroom Hotel Patrajasa, Semarang ini merupakan salah satu kegiatan dari rangkaian Caraka Festival 2012 yang diadakan pada 6-8 Desember 2012.

Dengan mendatangkan 6 pembicara yang terbagi untuk 5 sesi, seminar ini mendapatkan antusias yang lumayan besar dari para mahasiswa. Tema “The Advertising Tree” yang diangkat bertujuan memberi ilmu dalam bidang periklanan secara lebih detail dan mengajak para generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas yang seluas-luasnya di media massa.

Dimulai oleh pembicara pertama yaitu Jerry Aurum, seorang fotografer profesional , Jerry memaparkan berbagai tips untuk membuat sebuah portofolio agar terlihat cantik dan menarik perhatian. Ia juga memperlihatkan hasil-hasil portofolio dan buku fotografinya yang mengundang decak kagum. Sesi kedua diisi oleh Muhammad Faisal pendiri dari Youth Laboratory, yang menekankan kreativitas sangat diperlukan dalam berbagai bidang pekerjaan.

Tim dari Suara Merdeka selanjutnya mengisi sesi ketiga. Pada sesi ketiga ini mereka menjelaskan betapa pentingnya media massa dalam kehidupan sehari-hari dan menjelaskan peluang-peluang untuk dapat berkecimpung dalam media massa. Tidak hanya pengetahuan tentang periklanan, motivasi untuk meningkatkan kreativitas juga diberikan dalam sesi keempat seminar. Sesi ini diisi oleh Irwan Ahmett, pendiri dari Ahmett Salina Designer Studio.

Sesi terakhir, para peserta seminar lebih dibukakan lagi pikirannya untuk tidak lagi takut membuat sesuatu yang baru. Ainun Chomsun pendiri dari Akademi Berbagi dan Peter Firmansyah sebagai pemrakarsa brand “Peter Say Denim” , banyak berbagi tentang pengalaman mereka dari awal membentuk karir mereka sampai sekarang menjadi sukses.

“Bermimpilah setinggi bintang, bahkan lebih juga boleh,” ungkap Peter Firmansyah memberi motivasi para peserta seminar.

Serunya para peserta memperebutkan hadiah dari Peter Say Denim melalui kuis juga menambah semarak acara. Pada akhirnya diharapkan agar seminar ini dapat membuka wawasan yang lebih luas dan juga dapat memotivasi para generasi muda untuk lebih kreatif. (Lana Nastiti Mumpuni)

Abdee Slank, Sujiwo Tejo, Candil Dkk Dukung Konten Asli Indonesia

Kapanlagi.com – Sejumlah musisi dan selebritis Indonesia bersatu demi mendukung penuh gerakan membuat konten asli Indonesia. Dukungan para artis ke dalam gerakan yang diprakarasai KlikIndonesia ini sebagai upaya membangkitkan masyarakat Indonesia untuk membuat konten sendiri khas Indonesia. Mereka memberi mengajak, menyemangati, dan meyakinkan, bahwa konten asli Indonesia adalah untuk kita semua bangsa Indonesia. Memberikan manfaat kemajuan dan kemandirian bangsa.

Dalam menyemangati itu, para artis dan selebritas berkumpul menyanyikan satu lagu mars KlikIndonesia dari berbagai tempat yang diramu dalam satu rangkaian musik dan video yang indah. Video lagu itu akan dikumandangkan pada pukul hari Rabu ini, tanggal 12, bulan 12, tahun 2012, direncanakan tepat pukul 12.00 WIB.

Video mars berdurasi sekitar 5 menit itu antara lain menampilkan jajaran artis dan tokoh Abdee SlankSujiwo TejoIndra BektiEndah N Rheza,SyaharaniIwa KIkang FauziCandilJeromeAndi NafTakaeda DriveEdy BrocoliTya SubiaktoSati SubiaktoDion SubiaktoAria BaronDidit FiolinSuperglad dan Panas Dalam. Selain mereka juga ada tokoh-tokoh di bidang internet dan IT serta industri.

Penggagas lagu dan video tema ini adalah kreator kawakan dunia periklanan, Subiakto Priosudarsono yang lebih dikenal dengan Subiakto Hotline.

“Saya sangat memahami roh gerakan ini, dan perlu memberikan pesan moral dan semangat terhadap KlikIndonesia. Ini harus diapresiasi dan saya bisa menyumbang dengan ide lagu tema. Dan syukur disambut antusias oleh rekan-rekan artis dan selebritas lainnya,” kata Subiakto tentang lagu temanya.

KlikIndonesia adalah perkumpulan orang-orang konten dan internet yang miris dan prihatin dengan situasi sekarang di dunia konten. Banyak orang-orang berbakat Indonesia membesarkan konten asing, sementara konten asing tidak membangun infrastruktur di Indonesia. Akibatnya, banyak dana devisa yang lari keluar negeri karena sambungan internasional (bandwidth) diisi konten asing. Sedikitnya setiap bulan dana yang keluar negeri sekitar Rp 250 M. Banyak yang salah kaprah dengan menjadikan pengguna konten asing terbesar di Indonesia.

Untuk menggugah konten lokal, maka hari ini, di Gedung Cyber-1, Jl. Kuningan Barat, Jakarta Selatan, sebagai tempat berkumpulnya banyak perusahaan internet dan konten di Indonesia, akan dideklarasikan gerakan KlikIndonesia. Ini sebagai jawaban atas banyaknya konten-konten asing yang selama ini hanya menjadikan Indonesia sebagai objek penjajahan pasar oleh mereka.

Dalam acara deklarasi tersebut, akan diawali dengan diskusi terbuka tentang gerakan konten Indonesia. Sebagai pembicara antara lain Andrew Darwis (Kaskus), Budiono Darsono (detikcom), M Nizam (Dikti Kemendikbud), Wachdiat “Abah” Abimanyu (pakar IT), Lolly Abdullah (Kemanparekraf), Eko Indrajit (Aptikom), Sammy Pangerapan (APJII), Rasmo Haryawirasma (IMOCA), Kanaka Hidayat (Mastel) dan lain-lain.

Diskusi setengah hari itu mendapat dukungan dari banyak pihak, yang sebenarnya layak untuk menyampaikan gagasan tentang konten asli Indonesia. Grup pengusaha Batik Keris yang kebetulan juga aktif di bisnis internet, Dicky Tjokrosaputro menyediakan diri untuk duduk sebagai pengawas gerakan KlikIndonesia ini.

Sebagai gerakan awal, masyarakat Indonesia yang memiliki situs asli Indonesia, bisa mendaftarkan situsnya ke KlikIndonesia.or.id atau KlikIndonesia.org. Sejak dibuka pada 8 Desmber lalu, sampai dengan Rabu pagi sudah 260 lebih konten yang terverivikasi. Konten-konten ini didaftar oleh sedikitnya 210 orang yang mendaftarkan lebih dari satu konten.

Banyak sekali dari konten-konten yang didaftarkan itu menarik dan layak untuk dipromosikan. Mulai dari konten berita, game, berbasis lokasi (LBS), social media, commerce, atau alat pembayaran semacam PayPal.

“Saya tak menduga bahwa konten dan aplikasi internet online yang ada di Indonesia, setelah diinventarisir secara swalayan (user generated content), banyak sekali yang daftar. Banyak sekali yang unik. Menarik sekali,” kata Henri Kasyfi Soemartono, ketua umum KlikIndonesia pada wartawan.

Diharapkan, konten-konten ini akan tumbuh dan berkembang. Jumlah itu baru permulaan. Dia yakin bisa tumbuh sampai 1000-an konten khas dan asli Indonesia. Banyak diantara konten-konten tersebut yang sangat berkualitas.

“Kalau tidak kita semangati sendiri, siapa lagi? Kita di KlikIndonesia tetap yakin bahwa orang-orang Indonesia tidak kalah kreatifnya dengan yang di luar sana. Dan, KlikIndonesia memang untuk bangsa Indonesia,” kata Henri.

“Direct Flight” Indonesia-AS Diharapkan Terwujud dalam 1-2 Tahun ke Depan

Diharapkan terwujud dalam 1-2 tahun mendatang.

Scott Marciel, duta besar AS untuk Indonesia menilai, sudah saatnya ada penerbangan langsung antara Indonesia dengan Amerika Serikat. Menurutnya, hal ini merupakan faktor penting dalam mendorong kunjungan pariwisata kedua negara.

“Kami menilai itu sebagai ide yang bagus, sudah sewajarnya kita sebagai negara ketiga dan keempat terbesar di dunia memiliki penerbangan langsung,” kata Marciel di kediaman pribadinya di Jakarta, Selasa (11/12).

Marciel mengatakan, saat ini telah ada pembicaraan mengenai rencana rute penerbangan langsung AS-Indonesia antara sejumlah maskapai asal AS dan Indonesia, tetapi dirinya belum bisa memastikan kapan hal itu kapan terealisasi.

“Kami harapkan dalam waktu dekat, mungkin satu atau dua tahun lagi,” katanya.

Senada dengan pernyataan Dubes AS itu, Ketua Umum Asosiasi Biro Perjalanan dan Pariwisata Indonesia (ASITA) Asnawi Bahar menilai pentingnya penerbangan langsung bagi perkembangan industri pariwisata tanah air.

“Kami mengusulkan agar maskapai penerbangan regional mulai membidik destinasi baru, sehingga mereka bisa membawa wisatawan dari negara asal itu ke Indonesia, kalau hanya mengandalkan rute yang ada saat ini maka bisa dipastikan sedikit sekali tambahan kunjungan wisatawan dari destinasi negara baru itu,” kata Asnawi.

Pemerintah Indonesia sebelumnya dikabarkan tengah mengupayakan dibukanya penerbangan langsung dari Indonesia ke Amerika Serikat, yang selama ini belum dimiliki Indonesia, sehingga penerbangan jenis itu mewajibkan penumpang maskapai udara tujuan AS transit di sejumlah negara.

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono dalam Konferensi Keselamatan Penerbangan pada Mei lalu mengatakan pembahasan mengenai hal itu baru akan dibahas ketika Indonesia menjadi tuan rumah KTT APEC pada 2013.

Dalam kesempatan lain, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, pun mengakui bahwa tantangan bagi pariwisata Indonesia saat ini salah satunya adalah masalah ketersediaan penerbangan langsung dari dan ke wilayah tujuan wisata.

“Tantangan kita adalah direct flight. Kalau dibandingkan dengan Thailand, ke Thailand itu semua direct flight. Kita ke Yogyakarta  harus dari Jakarta,” kata Mari beberapa waktu lalu.

Penulis: Antara/ Nadia Felicia

Tour de Singkarak 2013 Digelar Bulan Juli

INILAH.COM, Padang – Pagelaran balap sepeda internasional Tour de Singkarak TdS) di Sumatera Barat pada 2013 akan melewati 16 kabupaten/kota, pada 3-9 Juli.

“Untuk TdS 2013 ini akan ada tambahan dua daerah lagi yang sebelumnya 14 kabupaten/kota yang dilalui pebalap,” kata Kepala Bidang Promosi Dinas Kebudayaan dan Parwisata (Disbudpar) Sumbar Wempie Yuliam.

Ia menyebutkan, sebelumnya Disbudpar sudah mengusulkan tiga daerah yang akan dilalui dalam pergelaran internasional tersebut, yakni Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Solok Selatan, dan Kabupaten Pasaman Barat.

Sebelum ditetapkan, Kementerian Parwisata dan Ekonomi Kreatif akan melakukan kajian dan penelusuran rute di ketiga daerah tersebut. Dari tiga daerah itu, hanya dua daerah yang akan dilalui TdS.

“Kajian untuk daerah yang dilalui peserta TdS itu meliputi penginapan, panjang rute, dan kelayakan jalan di daerah itu,” katanya.

Ia menyebutkan, TdS ini merupakan satu langkah untuk memperkenalkan kebudayaan dan pariwisata Sumbar kepada dunia sekaligus ajang promosi tahunan Disbudpar untuk meningkatkan kunjungan wisatawan asing dan lokal ke Ranah Minang.

Pada tahun sebelumnya ada daerah yang memanfaatkan TdS untuk memperkenalkan event daerahnya, seperti Payakumbuh yang mengadakan pacu itik, dan menambah meriah acara TdS 2012.

“Diharapkan pada tahun 2013 daerah yang dilalui pebalap juga menyiapkan kegiatan pendukung TdS seperti pada tahun sebelumnya.” ujar dia.

Dalam rangka menyambut TdS 2013, Disbudpar sudah menyiapkan anggaran dan sosialiasi dalam bentuk media luar ruang seperti spanduk dan baliho yang sudah disiapkan jauh-jauh hari.

“Pembukaan TdS 2013 akan dilaksanakan di Bukittinggi dan ditutup di Kota Padang,” katanya.[antara]

Dorong PDB, jaringan broadband lima kota dikebut

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyatakan, kontribusi sektor teknologi informasi (TI) terhadap produk domestik bruto (PDB) semakin besar. Tahun ini saja sudah mencapai 3,2 persen.

Untuk meningkatkan kontribusi sektor ini terhadap perekonomian, maka lima kota yang selama ini belum memiliki jaringan pita lebar (broadband) lewat sistem fiber optic bakal dikebut pembangunannya tahun depan.

Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring menyatakan sejauh ini jaringan pita lebar baru meliputi 27 ibu kota provinsi.

“Yang belum Jayapura, Manokwari, Ternate, Kendari, satu lagi Ambon. Ini yang belum (terhubung) dari kapasitas broadband,” ujarnya selepas membuka Seminar Nasional Broadband Economy di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (11/12).

Berdasarkan Organisation of Economic Cooperation Development (OECD) jaringan pita lebar mampu mentransmisikan koneksi Internet berkecepatan 64 Kbps sampai 1 Mbps. Sementara dari data Deloitte, investasi jaringan pita lebar di Indonesia sebesar 10 persen meningkatkan kontribusi terhadap PDB sebesar 1,6 persen.

Tifatul mengakui saat ini wilayah Indonesia yang sudah terjangkau broadband baru ibu kota provinsi. Menurutnya, perlu dibangun infrastruktur yang membuat kota kecil dan pedesaan bisa terjangkau jaringan pita lebar.

“Di Indonesia coverage broadband masih sangat kecil, belum sampai 12 persen, makanya (broadband) itu kan semacam jalan tol, nanti jalan-jalan ke kota kecil harus dibangun juga,” tuturnya.

Untuk itu dia berharap target tahun depan seluruh ibu kota provinsi bisa terjangkau koneksi broadband. Sebab industri kreatif seperti game, e-business, dan desain grafis akan semakin di masa depan.

“Ini masanya industri otak, bukan lagi pertanian dan industri. Jangan sampai ada daerah di Indonesia yang ketinggalan,” tegasnya.

Sejauh ini, sistem kemitraan dengan swasta masih akan diandalkan untuk mencapai target 2013 seluruh Indonesia terkoneksi Broadband.

Tifatul menyerahkan semua pembangunan infrastruktur kepada swasta dan nantinya disewakan ke publik. Pihaknya hanya merancang wilayah mana yang akan dilewati fiber optic.

“Jadi memang tidak ada APBN yang digunakan untuk membangun koneksi broadband ini,” ujarnya.

Dia menyebutkan, sejauh ini ada tiga perusahaan nasional dan dua provider asing yang memanfaatkan koneksi pita lebar di Indonesia

Dari: Merdeka
Reporter : Ardyan Mohamad

Kota Tua Bakal Jadi Ikon Wisata Jakarta

 

Untuk menarik minat wisatawan sekaligus meningkatkan industri pariwisata, Pemprov DKI Jakarta berencana menjadikan kawasan Kota Tua sebagai ikon pariwisata ibu kota. Pemprov DKI juga akan menggendeng BUMN untuk merealisasikan rencana tersebut.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama mengatakan, Pemprov DKI akan mengembalikan lagi citra eksklusif yang menempel pada Kota Tua. Selain BUMN, pemerintah pusat juga akan dilibatkan dalam penataan Kota Tua, seperti Kementerian Keuangan, serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Jadi Pak Gubernur sudah kirim surat ke instansi-instansi itu, supaya gabung sama-sama jadikan kawasan Kota Tua sebagai tempat pariwisata yang eksklusif,” ujar Basuki.

Dikatakan Basuki, dengan penataan terhadap kawasan Kota Tua, diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan ke Jakarta. Hal itu tentu akan berdampak pula pada pemasukan pemerintah daerah dari sektor Pariwisata.

“Target pemasukan otomatis banyak. Kalau ada restoran-restoran bagus, turis banyak yang datang,” ucapnya.

Ditambahkan Basuki, setiap kota di dunia juga memiliki kota tua yang tertata dengan baik. Nantinya, setiap wisatawan yang datang ke Jakarta akan dipandu menuju Kota Tua.

“Di luar negeri semua turis pasti langsung diantar ke kota tuanya. Semua negara kan punya kota tua. Jadi nanti kita juga begitu, turis asing di Jakarta bisa langsung dipandu ke Kota Tua,” tandasnya.

Dari: Beritasatu
Penulis: Yudo Dahono

Pengusaha Muda Temui Jokowi Bahas Industri Kreatif

KOMPAS.com — Beberapa pengusaha muda yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mendatangi Balaikota Jakarta untuk bertemu dengan Gubernur DKI Joko Widodo. Ketua Umum Hipmi Andhika Anindyaguna mengatakan, pertemuan itu untuk membahas beberapa hal dan harapan yang diperjuangkan oleh Hipmi.

“Antara lain pada usaha kecil menengah karena mayoritas kita pengusaha pemula kelas menengah kecil. Intinya, kita ingin bertukar pikiran dengan Pak Gubernur dan keberpihakan beliau. Kami ingin memberi masukan terkait pembangunan di Jakarta,” kata Andhika di Balaikota Jakarta, Selasa (11/12/2012).

Menurut Andhika, Jakarta memiliki banyak prospek untuk bisnis dalam pembangunan ekonomi di masa datang. Ia mengatakan, prospek bisnis ini tidak hanya dilakukan oleh pelaku usaha bermodal besar, tetapi juga oleh pelaku bermodal kecil, misalnya di sektor kuliner dan industri kreatif. “Saya kira peluang bagi pemuda yang bisa menggairahkan sektor ini, mulai dari IT, fashion, saya pikir bisa berkembang di Jakarta,” kata Andhika.

Andhika mengharapkan kepada Jokowi dan pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk memberikan perhatian khusus kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar dapat berkembang dan dapat naik kelas dari belum pengusaha menjadi pengusaha. Ia berpendapat, hal-hal tersebut dapat didorong melalui birokrasi dengan mendukung bertumbuhnya pengusaha-pengusaha di Indonesia. Andhika juga menyoroti masalah perizinan yang akan memengaruhi terbukanya peluang berusaha.

Menanggapi hal itu, kata Andhika, Jokowi berpesan agar sesama pengusaha dapat saling bersinergi satu sama lain. Jokowi juga menekankan rasa nasionalisme bersama pengusaha muda dan mempersiapkan diri menyambut Asian Economic Community 2015. “Ke depan, eranya sudah Asia Economic Community 2015 di mana flow dari investasi barang di Asia ini sudah bergerak secara bebas. Diharapkan kami menjadi pilar-pilar ekonomi yang menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” kata Andhika.

Penulis : Kurnia Sari Aziza
Editor: Laksono Hari W